Jumat, 21 Juni 2013
Gilanya Dunia Pendidikan
Kompas melaporkan, PTS banyak t”tidak laku” karena kualitas. PTS pun ”laris manis” karena kualitas. Artinya PTS harus bersaing dalam kulitasnya bila ingin ”laku” dan “diserbu pembeli”. Kualitas yang dimakasud adalah bukti kongkrit sang PTS dalam pemberian jaminan kepada calon pembeli ketika mereka sudah lulus dari PTS tersebut. Maka jangan heran bila ada iklan tempel yang tersebar di angkot, stasiun, tempat umum lainnya, bahkan toilet umum yang menyajikan deretan tulisan janji-janji kongkrit tersebut. Misalnya, ”MAU LANGSUNG KERJA? KULIAH SAJA DI PERGURUAN TINGGI X!” Ada juga iklan jamu tradisional, ”KULIAH DI PT X DIJAMIN LANGSUNG KERJA. DENGAN JAMINAN UANG KEMBALI.” Dan beragam iklan-iklan lainnya. Semua disajikan secara vulgar layaknya iklan-iklan pruduk kosmetik dan alat kecantikan lainnya.
Sabtu, 15 Juni 2013
Satu Dekade di Rantauan
![]() |
| Pergi merantau. Sumber gambar : muda.kompasiana.com |
Besok, rencananya suami akan mengajak kami jalan-jalan
(entah ke mana, paling-paling menikmati soto Lamongan di Jalan Gajah Mada. Hehehhehe).
Katanya, ini untuk merayakan satu dekade perantauan. Ceritanya, suami pertama
kali menginjakkan kaki di sini tepat pada tanggal 15 Juni 2003, tepat 10 tahun
yang lalu. Mengawali perantauan dengan ikut membantu berdagang di tempat bulek,
pindah ke tempat paklek yang lain, sampai akhirnya bisa membuka usaha sendiri
bersama kakak. Kuliah dan lulus dan akhirnya memegang sendiri usaha yang telah
dirintis. Lanjut menikah dan tinggal di rumah kontrakan selama satu tahun. Tahun
kedua mulai
Kamis, 06 Juni 2013
Choose One Chair!
Minggu kemarin aku mendapat undangan untuk hadir di acara
Pelantikan Pengurus PWNU Lampung sebagai wakil dari pengurus IPPNU Wilayah
Lampung. Sebenarnya aku ingin sekali hadir di acara tersebut karena sudah lama
sekali aku tidak menghadiri acara semacam itu sejak kepindahan aku ke Lampung.
Terakhir aku hadir di acara seperti itu saat usia kehamilan Farras 7 bulan, di
mana aku sendiri yang dilantik di Tangerang Selatan oleh Ibu Airin.
Sabtu, 01 Juni 2013
Bebaskan Anak Bereksplorasi
Di tahun kedua pernikahan kami, aku dianugerahi kehamilan
yang sehat dan nyaris tanpa ada kendala sedikitpun. Aku tidak mengalami morning sickness¸ tidak nyidam, tidak
lemas, nafsu makan sangat baik, bahkan terlihat lebih bersemangat dibanding
sebelumnya. Selama tujuh bulan kehamilan, aku masih harus menyelesaikan kuliahku. Aku begitu bersemangat, naik turun tangga kampus, berjalan cepat
ketika jam kuliah mepet, dan tidur larut malam ketika harus menyelesaikan
tugas. Hingga akhirnya aku lulus ujian proposal tesis di usia tujuh bulan
kandungan. Setelah itu aku pun istirahat dari perkuliahan dan fokus berlatih
fisik untuk persiapan persalinan.
Rabu, 29 Mei 2013
Senin, 27 Mei 2013
Ibu Rumah Tangga Sebagai Profesi
Dalam sebuah laporan yang dituliskan Kompas (6/11/2004), para aktivis perempuan memprotes Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan atas slogan “Masa depan Indonesia bergantung pada kemampuan asuh para ibu terhadap anak-anaknya,” yang disampaikan dalam suatu pertemuan antara para aktivis perempuan dan Menteri Meutia Hatta di Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Menteri menjelaskan bahwa ada budaya nasional yang memuliakan perempuan, yaitu perempuan sebagai ibu. Kementrian PP ingin mene
gaskan bahwa masa depan Indonesia bergantung pada kemampuan asuh ibu-ibu Indonesia terhadap anak-anak mereka. Para ibulah yang mencetak ketangguhan bangsa di masa depan.
Langganan:
Postingan (Atom)




